Archive for August, 2005

cinta adalah keputusan

Tuesday, August 9th, 2005

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya.
Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia.
Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah.

Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya.
Sebentar kemudian ia pun berkata,"Kamu kaget melihat semua ubanku?
Percayalah! Hanya kebaikan yang kamu temui di sini".
Itulah kalimat pertama Utsman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya
dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.

Sebab cinta adalah kata lain dari memberi.
sebab memberi adalah pekerjaan..
sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat
dan melindungi itu berat.

sebab pekerjaan berat itu harus ditunaikan dalam waktu lama.
sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan
oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh.

maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia mengatakan, "Aku mencintaimu".
Kepada siapapun! Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian disitu.

Aku mencintaimu, adalah ungkapan lain dari Aku ingin memberimu sesuatu.
Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari, "Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia…"


"aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh
semaksimal mungkin…"

"aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan
dirimu melalui kebajikan harian yang akan kulakukan padamu …"

"aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak
dirimu…."

Dan proses pertumbuhan itu taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita
cintai terhadap integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, "Aku mencintaimu", kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapa  dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.

Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap. Tidak ada
cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya.

Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat
kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya.

Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga
berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.

Jalan hidup kita biasanya tidak linear. Tidak juga seterusnya pendakian.
Atau penurunan. Karena itu, konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta
dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional.

Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah
situasi-situasi yang sulit. Di situ konsistensi teruji. Di situ juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam waktu yang longgar.

Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya mengatakan bahwa hati
dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya.
Sampai tak ada tempat bagi yang lain. Bahkan setelah sang pencinta mati.

Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta.
Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh.
Ia bahkan merusak wajahnya untuk menolak semua pelamarnya.
Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu. 

(sumber: unknown, Internet)

" Cinta memang suatu perbuatan yang sulit dan tentu saja beresiko, sebelum memutuskan tentu kita akan memilih kepada siapa cinta itu akan dipersembahkan, sehingga kita tidak akan menyesal dan menuntut lebih, karena kita telah memahami kebutuhan cinta seperti apa yang baik buat kita dan buat dirinya, berbahagia lah dengan cinta :) " @Andi Noer

Lagi-lagi about LOVE

Monday, August 1st, 2005

Sebuah awal dari setiap kehidupan. Tetapi kehadiranya lebih tua dari kehidupan apapun dimuka bumi ini. Cinta suatu kata purbakala yang dari dulu hakiki dan sampai kini hadir disetiap denyut kehidupan manusia.

Pertemuan ku dengan Cinta merupakan pengalaman-pengalaman eksotis dan romantis. Selalu saja ada lukisan kebahagiaan yang terpatri di relung hati, dan akan ada lukisan kesedihan mendampinginya.

Dengan terus bergulirnya sang mentari, ku memperbaharui makna cinta yang bergulir bersama usia dan waktu hidupku. Sebuah evolusi yang pelan-pelan ku kuak tabirnya. Sebuah misteri seperti kedalaman hati seorang perempuan.

Manusia belajar memaknai cinta. Bukanlah suatu hal yang mudah. Bahagialah yang selalu belajar akan cinta. Mengenal setiap lekuk kejujuran dan kebohongan dalam pemaknaan kata cinta. Sehingga mengerti makna Cinta bagi dirinya sendiri.

Cinta bukan lah suatu yang dicari-cari, yang banyak menipu dari jiwa-jiwa petualang yang mencarinya tetapi sesungguhnya nafsu. Cinta bukanlah suatu perasaan berdebar, yang takala pandangan pertama tetapi sesungguhnya hanyalah pengalaman “jatuh” cinta.

Cinta bukanlah ke proses ke-aku-an, bukan pula proses ke-kau-an, dialah yang bersama-sama menjadi ke-kita-an. Adalah Fana mengharapkan dua jiwa bersama dalam satu jiwa karena manusia adalah makhluk individu dan memiliki kebebasan serta kehendak untuk memilih yang dikaruniakan oleh sang Pencipta.

Cinta adalah lah sebuah senyawa kimiawi dan ruhani, bereaksi takala ada bejana dan akan berhenti pada hukum waktu. Kemudian akan terpisah dan kembali kebentuk semula hingga ada kejadian tuk kesekian kalinya membuktikan itu adalah cinta sejati dalam garis Ilahi.

Akhirnya Cinta itu bukan lah suatu penciptaan semu, tetapi dia hadir takala kita menemukan. Pecinta sejati adalah dia yang mengerti dan paham betul seperti apa cinta baginya. Manusia hanya diberi oleh-Nya dan kita akan selalu tak terpuaskan karena kurang berterimakasih dan bersyukur. Semoga kita menemukan Cinta sejati dari sang Pemilik Nya.

Andi Noer.
Juni 05. JOgja

Sebuah pertanyaan pencarian

Monday, August 1st, 2005

Terkadang ku bertanya mengapa jalan hidup ku seperti ini?
Adakah segala ketidak nyamanan ini merupakan takdirku?
Adakah segala akibat konsekuensi dari pilihan-pilihan ku sendiri?

Hidup selalu menyimpan misteri. Segala mimpi dan rencana bisa menjadi semu, walaupun segala usaha dan doa telah kita lakoni. Akankah kita selalu berkata mungkin Tuhan tidak berkehendak.

Sebagai manusia haruslah memahami kehendak sang Pencipta dan sang Maha Kuasa. Mari kita merasakan kehambaan kita pada Nya sesuai dengan takaran keyakinan dan keimanan kita masing-masing.

Tapi sekarang kita memiliki akal dan hati, kita memiliki ilmu pengetahuan, kita juga memiliki kehendak, kita memiliki naluri, kita memiliki kekuatan untuk memilih, untuk tidak selalu seperti kata orang dan aturan-aturan yang berlaku. Menurutku itu adalah proses menjadi manusia, membuat kita berbeda dengan malaikat dan setan serta segala macam makluk ciptaan Ilahi.

Apakah saya salah takala tidak sesuai orbit itu? Sakit dan ketidak nyamanan yang saya rasakan, tapi salah kah kita bila berjalan dengan ke-aku-an kita, berjalan dengan pergolakan dan pencarian kita masing-masing.

Andi Nur BM
Mei 05. jogja