Archive for February, 2007

CINTA itu memberi

Wednesday, February 28th, 2007

Manusia belajar CINTA dengan mencintai sesamanya tetapi sesungguhnya CINTA itu hanya terjadi karena TUHAN (dikutip dari artikel ANAND KRISHNA, dari GAYAN the Song of the soul) 

Jangan bosan membaca masalah cinta lagi, maklum lah menurut ku itu tema yang paling manusiawi dan paling menyentuh nilai-nilai kemanusian dalam kehidupan kita dibumi ini. Saya belajar bahwa CINTA itu adalah MEMBERI dari Erich Fromm, walaupuin dalam prakteknya sudah sering lakukan tanpa sadar. Sungguh Erich Fromm dalam bukunya The Art of Loving, 1962 (edisi terjemahan- SENI MENCINTA, Pustaka SInar Harapan 1990) menyadarkan saya kalau hakikat cinta adalah memberi.

Sebuah pengambaran yang baik, bahwa proses cinta itu sesama manusia namanya memberi dan menerima, bahasa kerennya Thank and Give. Ungkapan klise dan sudah sering kita dengar. Tapi saya kadang belum paham betul akan hal itu. Apa arti “Memberi” dalam CINTA? Makna memberi merupakan suatu hal yang mengandung unsur aktif dan menerima adalah pasif.

Dalam tindakan memberi kita dapat menghayati kekuatan kita, kelebihan kita, kekuatan kita. Pengalaman memberi memberi suatu vitalitas dan kemampuan yang menjadikan kita bahagia.

Erich mendeskripsikan dengan sangat cerdas, hal yang mendasar takala dalam aktifitas seksual (bercinta-red), puncak aktifitas seksual laki-laki adalah orgasme. Orgasme ditandai dengan laki-laki “memberikan” dirinya, alat kelaminnya kepada perempuan. Pada saat orgasmus ia “memberikan” benihnya pada perempuan.

Bagi perempuan, prosesnya juga adalah “memberikan” dirinya dengan membukakan pintu-pintu menuju sistem reproduksi-nya, walaupun perempuan berada diposisi seperti “menerima” tetapi Erich Fromm menyatakan bahwa hal tersebut juga merupakan kegiatan memberi, bila tidak tentu hubungan seksual tersebut akan dingin.

Tindakan cinta yang menghasilkan kegiatan memberi bagi sisi perempuan kembali terjadi bila ia menjadi seorang ibu. Ibu akan memberi dari sebagian dirinya kepada calon bayi yang berada di rahim, memberi makanan padanya, memberi perhatian dan harapan hidup bagi janin. Kemudian dia lahir Ibu akan memberi susu, memberi perhatian, memberi kasih sayang yang tulus.

Begitulah CINTA yang dimaknai sebagai suatu pemberian. Hal ini membukakan mata saya bahwa sungguh CINTA itu bukan lah semacam proses bisnis/dagang, ada untung rugi. Bukan pula pemaknaan ingin menguasai dan ingin menerima saja. Bukan pula sebagai kegiatan mengemis, meminta, merengek untuk di cintai.

Pertanyaannya Apakah setelah kita memberi CINTA kita kepada seseorang, apakah ada jaminan orang itu akan MENCINTAI kita juga?

Sepertinya Erich Fromm tidak menjelaskan dalam karyanya itu. Tapi secara logika dan realita kita bisa saya katakan TIDAK!!!. Saya jadi teringat lagunya DEWA yang judulnya PUPUS. Reff nya begini “baru kusadari Cintaku bertepuk sebelah kanan, kau buat remuk seluruh hatiku”

Sakit jadinya.

Nah kalau bertepuk sebelah tangan lalu bagaimana? Apakah bukan Cinta namanya? Mungkin begitulah CINTA adalah misteri. Saya merasakan suatu hal misteri. Tidak ada formula yang pasti.

Pak Ustadz mengingatkan bahwa CINTA yang hakiki itu adalah hanya kepada ALLAH SWT. Karena dialah pemilik CINTA. Yah itu kita sepakati bahwa CINTA sejati kita adalah hanya kepadaNYA. Saya pun masih perlu memperbaiki dan belajar untuk menuju cinta yang hakiki itu. Menuju penghambaanku padaNYA.

Tapi saya sadar bahwa kita manusia hidup didunia. Kita diberikan rasa CINTA kepada sesama manusia. Saya laki-laki tentu akan manusiawi kalau mempunyai rasa CINTA kepada seorang perempuan.

Dari pengalaman baiknya saya sadar bahwa CINTA sesama perempuan itu bukan lah suatu CINTA 100%, Bukannya tidak tulus, CINTA yang misalnya 80% itu akan masih menyisakan 20% buat jaga-jaga kalau misalnya bertepuk sebelah tangan.

Terinpsirasi dari Hukum Paretto, maklum saya orang sales dan marketing. Hehehe.

SELAMAT HARI VALENTINE…!!

Andi Nur BM (yang belajar dan mencari CINTA)

Makassar, Februari 2007