The Corporate Mystic: Sukses berbisnis dengan hati
Penulis: Gay Hendricks dan Kate Ludeman
Tahun 2002, 280 halamn
Harga 34000
ISBN: 979-9452-46-5
Pertanyaan mengenai apakah bisnis itu “kejam”, saat ini tidak relevan lagi. Wacana yang tertanam di benak masyarakat bahwa bisnis sangat jauh dari nilai-nilai sosial, bisnis hanya berorientasi profit dan bisnis tidak dapat dikaitkan nilai-nilai moral bagi kalangan usahawan di Indonesia akan segera berakhir. Kejayaan korporasi di zaman Soehartoisme, memberi pelajaran bagi pebisnis bahwa dalam jangka panjang bisnis yang dijalankan jauh dari nilai-nilai etis atau moral (KKN) akan menjadi boomerang dan menghancurkan bisnisnya sendiri.
Buku yang saat ini menjadi bahan pembicaraan dikalangan pebisnis adalah buku karangan dua orang akademisi, Gay Hendricks dan Kate Ludeman yang berjudul “The Corporate Mystics” mengupas akan tersebut hal diatas.
Tidak hanya di Idonesia, resesi ekonomi yang oleh Daryati P Ahmad (Panjimas 2003) yang menuliskan resensi buku Corporate Mystics, pada awal athun 1990-an sering dijadikan contoh bahwa bisnis semata-mata tidak terus membicarakan akan bagaimana memaksimalkan keuntungan bagi pemegam sahan (shareholder). Terpenting harus memanusiakan, mengambil langkah-langkah yang harmonis dengan seluruh partisipan di lingkungan tempat perusahaan berada seperti karyawan, masyarakat, pemerintah, pelangan yang disebut sebagai stakeholder.
Setelah mewawancarai tak kurang dari 1.000 jam dengan ratusan pengusaha dan eksekutif perusahaan sukses di Amerika Serikat, kedua penulis ini meyimpulkan bahwa para pebisnis memiliki sifat sifat yang biasanya dimiliki oleh para mistikus. Mereka sangat menjaga etika dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. Mereka melihat perusahaan sebagai perwujudan kolektif roh, mengandalkaan intiusinya dan tahu bagaimana cara menggunakan pada saat yang diperlukan. Mereka menghadirkan bukan hanya dompet melainkan juga hati dan jiwa mereka dalam bekerja yang disebut oleh penulis buku sebagai Mistikus Korporat.
Selanjutnya, para pebisnis yang diwawancarai itu disebut penulis buku memahami spritulitas yang dalam, mereka bekerja berasakan integritas, mengejar visinya dengan penuh semangat dan bergairah. Selain tiu mereka juga sebagai motivator yang sealu memacu potnesi orang-orang yang mereka temui. Mereka terjun ke dunia bisnis sebagai aktualisai kehendak kata hati dan jiwa disamping tentu untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
Dua penulis Gay Hendricks dan Kate, memaparkan 12 karakter pokok yanga da pada mistikus korporat. Diantaranya kejujuran, keadalian, pengenalan diri sendiri, fokus pada kontribusi, bekerja efisien, membangkitkan yang terbaik dalam diri sediri dan orang lain terbuka menerima perubahan, keseimbangan, disiplin dan visi jauh ke depan serta focus perhatian pada yang didepan mata.
Buku ini sangat baik dibaca oleh mahasiswa yang menggeluti bidang manajemen, dosen maupun para pelaku bisnis. Adanya buku ini memberi paradigma baru akan makin konvergennya konsep-konsep bisnis dengan konsep-konsep sosial bahkan konsep-konsep keagamaan. Bisnis yang sebelumnya (kita anggap) dapat secara lebih baik diatur oleh egoisme, kepentingan pribadi dan sikap-sikap asosial dan tidak etis, kini mulai terbukti lebih membutuhkan sifat-sifat sosial agar dapat menjadi lebih viable (bertahan hidup terus menerus).
Andi Nur Bau Massepe
Mahasiswa Magister Manajemen UGM
Jogjakarta. Desember 2003
September 20th, 2008 at 6:09 am
saya membuka diri untuk segala tulisan, mungkin akan berguna untuk diri saya. Salam Kenal.
March 26th, 2009 at 1:47 am
Banci kaleng kau!!!
Shit
Bullshit
March 26th, 2009 at 1:48 am
Banci genit