Best Life ala Mistikus Korporasi Indonesia
Saturday, July 12th, 2008

Sebenarnya sudah lama saya ingin
menulis resensi dari buku ini. Buku refleksi kehidupan kaum top executive kalo bisa saya memberi
label kedua buku ini. Buku yang berjudul The
secret of better life dan Best Life
yang ditulis oleh Ir. Stefanus Indrayana, MBA dan Ir.Goenardjoadi Goenawan, MM.
Selintas mengeni kedua penulis,
Stefanus Indrayana saat ini adalah Direktur Pemasaran PT Samsung Electronic
Indonesia (SEIN) yang bertanggung jawab atas strategi pemasaran produk-produk
Consumer Electronic dan Information Technology dan Corporate Markeitng Samsung
di Indonesia. Pengalaman bekerja dibidang pemasaran diawali ditahun 1987
sebagai marketing manajer Consumer Goods pada Tempo Group, kemudian beralih di
ke Toshiba kemudian di Philips dengan posisi General Manager.
Sedangkan Rekannya yang bersama
menulis buku Ir.Goenarjoadi Goenawan, MM. adalah pelaku bisnis Franchisor
rekaman Talent Box yang sudah tersebar dikota-kota besar di Indonesia
Pengalaman marketingnya pun sudah teruji pernah bekerja diperusahaan
multinasional dan lokal. Perusahaan tersebut adalah Colgate Palmolive, Gillette
Asia Pasific, Wings Group, Tjiwi Kimia, dan jabatan terakhir sebagai Business
Development Manager Consumer Product pada Hewlett Packard Indonesia.
Saya berkenalan dengan pak
Stefanus Indrayan sewaktu menggelar seminar di Makassar berjudul Marketing
Outlook, Geeting out of price war yang diselenggarkan oleh Indonesian Marketing
Association (IMA) chapter Sulsel, bersama Yuswohady dari Markplus pada tangal 8
Februari 2008 lalu di Hotel Horizon Makassar.
Sewaktu perjalan mengantar beliau
pulang ke bandara Hasanuddin, tercipta percakapan ringan yang saya merasa
banyak mutiara kehidupan yang berguna bagi saya dari beliau. Sebagai seorang
yang berkecimpung dibidang pemasaran, dan pengalaman memimpin korporasi menulis
buku tentu butuh suatu energi tersendiri, disamping kesibukannya sehari-hari
dikantor.
Stefanus dan sobatnya
Goenardjoadi membuat buku yang berjudul The Secret of better life dan Best Life (Elex MediaKomputindo, 2007)
sebenarnya memiliki tujuan adalah mengajak para kaum professional dan eksekutif
yang sehari-hari sibuk bergelut dengan pekerjaannya dikantor untuk sejenak
melakukan refleksi dengan pertanyaan-pertayaan Apakah hidup kita ini telah menemukan
makna dan bahagia? Mengajak kita berpikir kembali, Apa misi kita hidup didunia?
Untuk apa kita diciptakan dan dilahirkan di buim ini? Apa yang telah kita
kerjakan selama ini bagi kemasyahlatan orang banyak. Apakah kita sudah berada
dijalan yang benar?
Pertanyaan-pertanyaan sepele,
bahwa kalau bisa saya bilang sudah sering kita dengar dan baca, tapi apakah
kita betul-betul memahami?
Nah buku-buku ini dapat juga
dijadikan buku exercise, Mengapa? Cobalah ambil waktu satu-dia jam dihari libur
Anda. Cari tempat yang nyaman dan tenang, matikan handpone dan jauhi segala
macam benda-benda yang berkaitan dengan tugas-tugas harian Anda. Kemudian baca
buku best
life dan the secret of better life, ikuti saja alur bukunya. Jawablah
pertanyaan-pertanyaan yang muncul di buku, dan simak kisah-kisah dalam buku
(story box). Semuanya akan membawa kita kedalam refleksi pribadi masing-masing.
Buku-buku refleksi ini lahir
sebagai suatu hasrat untuk berbagi kisah. Pengalaman bekerja puluhan tahun
diperusahaan multinasional khususnya perusahaan Korea seperti Samsung. Berbagi
nila-nilai kehidupan yang universal, lintas agama, dan yang paling penting
adalah jujur akan kehidupan yang kita jalani dalam menemukan kebahagian jiwa.
Dalam buku The secret of better
life diuraikan bagaimana seseorang untuk mengenal jiwa yang bahagia, itu
dimulai dengan;1)pengenalan jiwa dengan memenuhi kebutuhan didengar, 2)
mendapatkan jiwa dengan mengalahkan ego yaitu terbebas dari ambisi, 3) memberi
makan jiwa dengan menolong/memberi atau berbuta kebaikan, 4) mengembangkan
kebijaksanaan dengan mengerti kebenaran. 5) menguatkan identities sosok jiwa
kita dengan mencari jati diri, 7) mencapai kesempurnaan jiwa dengan mencapai
kemuliaan.
Kita kadang kurang sadar, bahwa
selama ini hidup kita, rutinitas kita malah membuat kita tidak enjoy dalam hidup. Banyak hal yang
kadang kita lupakan dalam hidup. Kita lupa mendengar kata hati kita, dan juga
jarang mendengar kata hati pasangan hidup kita, orang-orang yang kita cintai,
anak kita, sanak saudara kita, rekan kerja kita.
Penulis mengajak kita untuk
bertanya dan menggali lagi makna hidup. Teori Hirarki kebutuhan dari Abraham
Maslow menjadi landasan dari kedua buku ini. Kebutuhan Maslow paling dasar
dimulai dari kebuthan fsiologi makan dan minum, selanjutnya kebutuhan akan rasa
aman, rasa cinta dan dimiliki. Kemudian kebutuhan akan pengakuan dan kebutuhan
terakhir adalah mencapai aktualisasi diri atau mencari jati diri. Begitulah
kira-kira.
Kalau anda sering membaca buku-buku
karya Emha Ainun Nadjib trus ada lagi buku refleksi Komaruddin Hidayat yang
sifatnya mengarah nilai-nilai Islam, nah
buku karya Stefanus Indrayan dan Goenarjoadi Gonawan boleh disebut buku
refleksi dari kaum korporasi atau eksekutif dilevel korporat dengan nilai-nilai
yang universal.
Saya jadi ingat buku The
Corporate Mystic karya Gay Hendricks dan Kate Ludeman (2002) yang saya pernah tulis resensinya
diblog saya juga. Dalam buku itu diceritakan bahwa penulis melakulan riset
mewawancara kurang lebih 1000 orang eksekutif puncak pada perusahaan korporasi.
Disimpulkan para pebisnis memiliki sifat sifat yang biasanya dimiliki oleh para
mistikus. Mereka sangat menjaga etika dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual.
Mereka melihat perusahaan sebagai perwujudan kolektif roh, mengandalkaan
intiusinya dan tahu bagaimana cara menggunakan pada saat yang diperlukan.
Mereka menghadirkan bukan hanya dompet melainkan juga hati dan jiwa mereka
dalam bekerja yang disebut oleh penulis buku sebagai Mistikus Korporat.
Dalam buku-buku yang saya
bicarakan tadi terdapat nilai-nilai seorang mistikus korporat. Dimana bekerja
tidak hanya untuk hidup, tetapi bagaiman bekerja itu memiliki makna bagi orang
lain dan orang-orang yang kita cinta. Buku-buku tersebut layak dibaca bagi para
eksekutif perusahaan diwaktu senggang untuk menemukan value baru dan melakukan refleksi kehidupan.
Wassalam…
Andi M Nur Bau Massepe
Makassar
Membership of Director IMA
Chapter Sulsel